Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi

Laman Implentasi

Data Monitoring Evaluasi

NoNama ImplentasiDokumenDeskripsi
1Survey Layanan tahun 2021

Laporan ini membahas kegiatan evaluasi instrumen survei, operasionalisasi, serta analisis hasil survei kepuasan layanan teknologi informasi di Biro Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2021. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperoleh umpan balik yang lebih spesifik dari pengguna layanan TI setelah survei sebelumnya pada tahun 2020 dinilai masih memiliki keterbatasan dalam pengukuran.

Metodologi yang digunakan mengacu pada pendekatan Service Quality (SERVQUAL) dengan lima aspek utama, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner daring dengan skala Likert yang mengukur tingkat kepentingan dan kepuasan pengguna terhadap layanan BiroTI. Responden terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dengan total 72 partisipan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum layanan BiroTI memiliki tingkat kepentingan yang tinggi di mata pengguna, serta tingkat kepuasan yang cenderung baik pada berbagai aspek layanan, termasuk layanan akun dan data, jaringan, serta sistem informasi. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya pada responsivitas dan keandalan layanan tertentu.

Kegiatan ini menghasilkan instrumen survei yang lebih komprehensif serta rekomendasi perbaikan layanan berbasis data. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dan peningkatan kualitas layanan teknologi informasi secara berkelanjutan di lingkungan universitas.

2Survey Layanan tahun 2022

Laporan ini membahas kegiatan evaluasi instrumen survei, operasionalisasi, serta analisis hasil survei kepuasan stakeholder terhadap layanan teknologi informasi di Biro Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2022. Kegiatan ini merupakan bagian dari Rencana Pengembangan Unit (RPU) yang bertujuan untuk menyempurnakan instrumen survei sebelumnya serta memperoleh data umpan balik yang lebih akurat dan spesifik dari pengguna layanan.

Metodologi yang digunakan mengacu pada pendekatan Service Quality (SERVQUAL) dengan lima dimensi utama, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan pengguna. Responden berjumlah 103 orang yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, dengan dominasi responden dari kalangan mahasiswa.

Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh aspek layanan memiliki tingkat kepentingan yang sangat tinggi (di atas 96%) dan tingkat kepuasan yang juga tinggi (di atas 91%). Secara umum, layanan Biro TI dinilai penting dengan skor ekspektasi sebesar 4,89 dan memuaskan dengan skor kepuasan sebesar 4,67, dengan selisih yang relatif kecil (4%). Aspek dengan tingkat kepuasan tertinggi adalah tangibles, sedangkan aspek dengan tingkat kepuasan terendah adalah empathy, yang menunjukkan masih adanya kesenjangan antara harapan dan pengalaman pengguna pada aspek tersebut.

Kegiatan ini menghasilkan instrumen survei yang lebih baik serta rekomendasi strategis untuk peningkatan kualitas layanan, khususnya pada aspek empati dan peningkatan partisipasi responden. Hasil survei diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam upaya peningkatan layanan teknologi informasi secara berkelanjutan di lingkungan universitas.

3Survey Layanan tahun 2024/2025

Laporan ini membahas kegiatan evaluasi pelayanan teknologi informasi oleh stakeholder di Biro Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2024–2025. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mengukur tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan sistem informasi dan infrastruktur teknologi informasi, serta mengevaluasi pencapaian indikator kinerja utama (Key Performance Indicator/KPI) yang telah ditetapkan.

Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner tertutup berbasis skala Likert. Instrumen mencakup 12 pernyataan yang terbagi dalam dua kategori utama, yaitu layanan sistem informasi dan layanan infrastruktur teknologi informasi, dengan aspek penilaian meliputi reliability, assurance, dan responsiveness. Data dikumpulkan secara daring dari 1.272 responden yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa, dengan dominasi responden dari kalangan mahasiswa.

Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan layanan BTI memperoleh nilai rata-rata 4,47 yang termasuk dalam kategori “sangat baik”. Layanan sistem informasi memiliki rata-rata 4,51, sedangkan layanan infrastruktur teknologi informasi sebesar 4,40. Aspek dengan nilai tertinggi adalah kemudahan memperoleh data melalui sistem informasi (4,61), sedangkan aspek terendah adalah persepsi terhadap kecepatan akses internet (4,27), meskipun masih dalam kategori sangat baik. Secara umum, seluruh aspek layanan dinilai memuaskan dan telah memenuhi harapan pengguna.

Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja layanan teknologi informasi di UMS berada pada kategori sangat baik, namun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti konsistensi waktu layanan, kejelasan prosedur, dan kualitas infrastruktur jaringan. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi peningkatan komunikasi layanan, optimalisasi sistem respons cepat, peningkatan kompetensi SDM, serta penguatan infrastruktur dan evaluasi berkelanjutan sebagai dasar peningkatan mutu layanan di masa mendatang.